Jumat, 30 Oktober 2020

PUTRA SANG FAJAR


 
Ngupas buku 

" Bung Karno Penyambung Lidah Rakyat "     

(putra sang fajar)      

 

Ialah soekarno toko yang sangat berpengaruhdan dikenal sebagai bapak proklamator bangsa Indonesia. Lahir pada tanggal 6 juni 1901 beliau lahir disaat matahari terbit dan dari situlah ia dijuluki Putra sang fajar. Lahir di bawah bintang gemini, lambang anak kembar. Dua sifat yang sangat bertentangan. Bung karno bisa bersifat lemah lembut atau pun keras bagai baja bisa juga puitis penuh perasaan.

Ketika irian barat dikembalikan ke kekuasaan indonesia, bung karno mendapat hadiah seekor kangguru. Hiwen itu di krangkeng, bung karno meminta agar hewan itu dilepaskan dan dikembalikan ke tempat asalanya. Tetapi sebagai panglima tertinggi bung karno pernah mememrinta untuk membunuh orang yang bersalah. Karena beliau mempunyai dua sifat yang berbeda, beliau dapat menjembatani semua pertentangan memahami semua pihak, memimpin semua orang. Dari kedua watak itulah bung karno dapat merangkul semua golongan.

Bung karno sudah sejak kecil mewarisi jiwa pejuang dari keluarganya. Kakek dan moyangnya dari keluarga ibu ida ayu( ibu bung karno) adalah pejuang kemerdekaan yang penuh semangat. Moyangku gugur dalam perang puput, suatu daerah terletak dipantai utara bali yang mana terletak kerajaan Singaraja. Raja dari kerajaan Singaraja terakhir telah disingkirkan secara licik oleh penjajah, dan kerajaan, harta, dan seisinya dirampas oleh pihak belanda.

Ceritanya pada saat itu belanda mengundan kerajaan Singaraja kesebuah kapal perang mereka untuk berunding, begitu sampai diatas sebuah kapal belanda menangkapnya secara paksa, lalu mengasingkan ketempat pembuangan. Setelah peristiwa itu terjadi keluarga ibu ida ayu jatuh mlarat dan sejak saat itulah kebencian terhadap penjajah tertanam.

Ditahun 1946, ketika umur ibu sudah lebih dari 70 tahun, dikisahkan pasukan republik sering terlibat dalam pertempuran-pertempuran jarak dekat dengan musuh. Dalam suatu pertempuran pasukan pribumi sempat terjebak di pekarangan belakang rumah ibu ida ayu di Blitar. Saat itu suasana sangat sepi. Kami semua tiarap, rupanya ibu Ida Ayu ini jengkel tidak mendengar apapun dari pihak kita, tidak ada tembakan, tidak ada teriakan. Degan mata yang bernyala ibu keluar mendatangi pasukan pribumi, dan berkata : kenapa tidak ada tembakan? Kenapa tidak bertempur? Apa kalian semua penakut? Kenapa kalian tidak keluar menambaki belanda? Maju terus, kalian semua keluarlah dan bunuh belanda-belanda itu”

Keluarga dari bapak Raden Sukemi Sosrodihardjo ( bapak bung karno) juga seorang patriot hebat. Nenek dari nenek bapak memiliki di setingkat bawah seorang putri yang merupakan pejuang pendamping pahlawan besar, diponegoro. Dengan menungangi kuda dia berjuang dibelakangnya sampai menemui ajalnya dalam perang besar di jawa yang berkobar pada tahun 1825 sd 1830. 

Suatu kekuatan gaib dari Sukarno, dia dapat menyatukan rakyatnya. Warna kulit kami mungkin berbeda, bentuk hidung dan dahikami mungkin berlainan, orang irian hitam, orang sumatra sawo mateng, orang jawa pendek-pendek, penduduk maluku lebih tinggi, orang lampung memiliki ciri-ciri sendiri, mereka yang dari pasundan pun memiliki ciri-ciri sendiri. Tetapi kami bukan lagi merupakan penduduk asli ataupun orang asing, sekarang kami suadha menjadi orang indonesia dan kami satu. Semboyan Negeri kami adalah Bhineka Tunggal Ika- “ berbeda-beda tetapi tetap satu’              di suatu malam menjelang fajar ibu Ida Ayu pernah berkata kepada bung karno yang mungkin masih berumur 2 tahun. Sambil memeluk bung karno ibunya berkata : “ anaku, engaku sedang memandangi matahari terbit. Dan engaku anaku, kelak akan menjadi anak yang mulia, pemimpin besar dari rakyatmu, karena ibu melahirkanmu disaat fajar menyingsing, ketika orang jawa memiliki suatu kepercayaan, bahwa seseorang yang lahirsaat matahari terbit, asibnya telah digariskan sebelumnya . jangan sesekali kau lupa nak, bahwa kau putra sang fajar.            

Masa depan IAIN SYEKH NURJATI CIREBON

Profile Calon Rektor 2023-2027